Randy Yang
Selama Ini Diam-Diam Menyukai Diana, Akhirnya Memutuskan Untuk Berkunjung
Dirumah Diana. Meskipun Dia Tahu Kalau Gadis Cantik Berlesung Pipi Itu Sudah
Tidak Suci Seperti Gadis Lainnya, Hal
Itu Tidak Mengurungkan Niatnya Untuk Mengutarankan Isi Hati Yang Sudah Lama
Dipendamnya.Malam Itu
Selepas Magrib Randy Pun Pergi Kerumah Diana.“Selamat
Malam, Om.” Sapa Randy Kepada Pemilik Rumah Yang Tidak Lain Adalah Ayah Diana,
Setelah Pintuh Terbuka.
“Selamat
Malam, Mau Cari Siapa?”
“Diana Ada,
Om?” Tanya Randy Sopan
“Teman
Sekelasnya, Ya?” Kembali Ayah Dia Balik Tanya
“Benar, Om ,”
Jawab Randy
“Sebentar,
Saya Akan Panggilkan, Silakan Duduk,”
Senyum Lelaki Tua Itu Ramah. “ Ya, Tunggu Sebentar, Akan Bapak Panggilkan.”
“Terimah
Kasih, Om...”
Selang Dua Menit Diana Pun Muncul
Diruang Tamu.
“Randy...”
Diana Kaget Mengetahui Siapa Yang Datang Berkunjung Untuk Mencarinya.
Randy Yang Melihat Penampilan
Diana, Diam-Diam Bersyukur. Dilihatnya Gadis Ini Telah Berubah. Tidak Seperti
Ketika Baru Saja Mengalami Peristiwa Yang Mengenaskan. Ditatapnya Gadis Itu
Tanpa Berkedip.“Mengapa Hanya
Benggong?” Tanya Diana Kepada Randy Yang
Sedang Tepaku Menatapnya.
“Ahh... Tidak
Tidak... Oh, Ya Apa Aku Mengganggumu
Diana?” Tanya Randy Ramah.
“Tidak,
Kebetulan Memang Aku Sedang Tak Ada Pekerjaan Kok..?”
“Ada
Keperluan Apa Randy. Sampai Kamu Datang kerumahku?”
“Apa
Harus Ada Keperluan Kalau Aku Ingin kemari?” Canda Randy
“Ah,
bukan maksudku seperti itu... aku...”
Sekarang
diana ganti yang tergagap, mukanya tersipu malu.
“
sorry, bukan maksudku menggoda kok. Sebenarnya, aku memang ingin ketemu kamu, entahlah... tiba-tiba saja
keinginan ini muncul begitu saja,” dengan jujur randy memberikan alasan.
Pipi
diana makin memera mendengar penjelasan randy yang dirasa terlalu terus terang.
“
sebentar akan kuambilkan minuman.”
Untuk menghindari kegugupannya,
diana bermaksud masuk kedalam untuk
menenangkan hatinya yang dirasa berdetak
tak karuan.
Tahu
diana akan masuk dengan cepat randy mengulurkan tangannya, menarik gadis itu
deduk dihadapannya.
“kalau
boleh aku berterus terang, diana,” dengan sorot mata tulus randy memohon pada
diana.
“Eh,
maksudmu?” diana tak mengerti akan maksud rendy yang sebenarnya.
“Maaf,
diana. Mungkin aku terlalu terus terang.”
“katakanlah...”
Diana tak berani menatap mata
randy. Sorot matanya dirasakan tajam menusuk ulu hati.
“Aku...
aku menyukaimu, eh... maksudku... aku mencintaimu,” tutur randy dengan suara
tercekat ditenggorokan. Diana
hanya terdiam mendengar pengakuan randi, detak jantungnya terasa berdetak begitu cepat sekali. Didalam
hati diana begitu senang dan terharu mendengar bahwa randy juga mencintainya
seperti halnya dia selama ini juga mencintai randy. Tak terasa diana terisak.
Air mata pun mengembang dikelopak matanya.
“mengapa
kamu diam, diana?” tanya randy dengan lembut.
“aku
sedang memikirkan diriku randy. Kehormatanku sudah hancur. Tiba-tiba aku takut
bayang-bayang masa laluku itu.”
“ah
apa yang kau takutkan? Aku berkata yang
sejujurnya.”
“aku tahu.” Jawab diana singkat.
“lantas?”
“tak perluh lagi aku menceritakannya, kan? Kau sudah
mengetahui kejadian pemerkosaan yang
terjadi padaku waktu itu. Aku takut... Aku takut... nantinya kamu meninggalkan
aku.” Setengah menangis diana akan mengutarakan isi hatinya. Mengutarakan
ketakutannya.
“tidak
diana, aku tak akan meninggalkanmu. Aku mencintaimu. Memang aku sudah tahu
semua kejadian yang menimpamu. Aku telah siap menerimamu sebagaimana adanya.
Aku tulus diana...”
“ ah.. aku bahagia mendengarnya,”
kata diana diselah tangisannya.
“marilah kita keluar... tidak
enak rasanya berbicara disini. Aku takut
orang tuamu mendengar pembicaraan kita.” Sambil berkata begitu. Randi bangkit
berdiri dan merangkuh pundak gadis yang dicintainya ini. Diana mengikuti ajakan
itu dengan rasa gembira.
“diana! Benarkah apa yang kau
ucapkan tadi? Benarkah kau bahagia?” randy bertanya setelah mereka duduk
diteras rumah diana.
“ya,
akupun jujur mengatakannya padamu,” ucap diana liri. Tanpa ragu-ragu, ia
merbahkan kepalanya didada randy.
“terima
kasih diana, akupun bahagia mendengarnya...”
“tapi... aku masih takut, randy.
Aku bukan gadis suci lagi,” desah diana sambil menggigit bibirnya.
“ah,
aku juga tak mau munafik.a ku juga bukan lelaki suci. Aku
pernah treseret juga seperti halnya dirimu. Dan setelah itu aku memutuskan
untuk tidak mau dekat lagi dengan wanita
selama 2 tahun silam ini. diana berjanjilah
bahwa kamu tidak akan meninggalkanku,” pinta randy
”justru seharusnya aku yang takut
kau akan meninggalkan aku, randy,” bisik diana.
“hal,
itu tak akan terjadi diana.”
Kedua muda mudi ini saling
berpandangan. Tangan mereka telah terangkum jadi satu. Dimata mereka tersimpan
sejuta kebahagiaan.
Saat
itulah kedua remaja itu saling mendekatkan mukanya. Muka randy tertunduk sambil
membelai pipi diana yang ranum, sedangkan diana hanya bisa menikmatinya dengan
hati yang tak karuan. Tanpa terasa rendi mencium lembut pipi diana.
Hati kedua remaja itu kini
berbunga-bunga dimabuk cinta , bulanpun ikut tersenyum, bintang malam juga
tak lupa mendendangkan lagu cinta untuk mereka.
.gif)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar