Malam itu aku duduk termenung lagi dekat meja belajarku dan kuraih satu buku yang membuatku tertarik, kubuka satu persatu lembar buku yang berjudul “cinta tak pernah lelah menanti”.
judul buku ini mengigatkan kenangan
indahku bersama kak danu tanpa terasa air mataku menetes ketika mengenang
kepergian kak danu. Masih teringat jelas saat kak danu memberikan Buku itu
padaku karena sebelum pergi keaustralia untuk melanjutkan sekolahnya dia
memberikan buku ini, katanya “bila kamu lagi kesepian percayalah bahwa akukan
selalu bersamamu dan aku takkan pernah lelah menantimu walau laut yang
memisahkan kita”. Kata-kata itu selalu terngiang ditelingaku, tapi apa yang
terjadi saat aku mendengar kabar berita kecelakaan ditelefisi bahwa pesawat
SHUKOI jurusan autralia yang ditumpangi kak danu menabrak sebuah gunung besar
yang ada di wilayah Bogor, jawa barat. kejadian itu sudah satu bulan berlalu
tapi kenangan bersama kak danu itu begitu sukar aku hilangkan. hampir satu jam
aku termenung dan melamun memikirkan kak danu tiba-tiba suara mama dari luar
kamarku menyadarkanku.
“belum tidur, nak?”
“belum, ma. Bentar lagi. Tari lagi belajar”. Jawabku
berbohong.
“ya, udah. Cepat tidur ya. Nanti besok kamu terlambat kalau
tidurnya telat”.
“ya, ma”.
***
Ke esokan harinya aku bersama ani jalan bersama kesekolah
tiba-tiba sebuah klakson mengaget kan kami berdua, kami pun berhenti sejenak
dan membalikan badan hampir bersamaan. Aku melihat randy pacar ani tersenyum
manis.
“hay, gadis-gadis cantik”. Sapa randy akrab sembari menunjukan
senyum termanisnya.
“hay, beib”. Sapa ani sembari mendekat pada kekasihnya.
“pergi bareng yuuk..!” ajak randy pada kekasinya.
“nggak, usah. Tari kamu simpan dimana nanti?” tanya ani.
“tenang aja aku punya satu teman cowok, bentar lagi datang.
Tunggu aja.” Kata randy
“tu dia muncul “ ujar randy lagi sembari menunjuk seorang
cowok yang mengendarai motor Rs king dan
memakai baju seragam yang sama dengan kami.
“sorry, aku telat dikit soalnya tadi aku lagi terlibat
macet”. Ujar cowok tampan itu pada sahabatnya rendy.
“ya, nggak apa-apa. Satria kenalin ini pacar aku”
“ani”
“satria”
“dan yang ini sahabat pacar aku namanya tari”
Satria mengulurkan tanganya padaku dan aku pun menyambutinya
agak kikuk.
“satria.” Tersenyum manis
“tari.”aku pun membalas senyuman satria dan sekilas wajah
cowok itu mirip dengan kak danu bedanya danu ngak punya tahi lalat dibawah
bibir seperti satria. Cukup lama juga adegan salaman dan saling tatap aku
dengan satria berlangsung . hingga akhirnya randy menegur kami berdua, “hay, kalian
mau salaman dan saling tatapan sampai kapan, ha?” singgung randy pada kami
berdua. Kami berdua pun segera menarik tangan kami masing-masing.
“yuk, cepetan dong uda mau bel nich”. Desak ani.
Ani pun membonjeng di belakang kekasihnya rendy. Sementara aku
membonjeng dibelakang satria. Wangi parfum satria mirip dengan parfum yang
dipakai kak danu tanpa sadar akupun menyandarkan kepalaku ketubuh satria.
Karena kebiasaan aku bersama satria bersandar dibelakangnya kalau lagi naik
motor bersama. Tanpa sadar kami sudah sampai disekolah, hingga suara satria
menyadarkanku.
“ tar, turun”. Ujar satria menggoyangkan bahunya untuk
menyadarkanku.
“uda sampe.” ujarku spontan mengangkat kepalaku sembari turun
dari motor. Aku begitu terkejut ketika banyak wanita yang melihat aku dengan
tatapan sinis, aku begitu merasa malu dan lari pergi menjauh tanpa sempat
mengatakan ucapan trimakasih ku pada satria menujuh kelasku. Sesampainya
dikelas begitu banyak temen cewek yang melihatku dengan tatapan aneh. Membuatku
jadi tidak merasa enak berada dikelas dan tidak seperti biasa mereka bersikap
dingin padaku. Akupun bertanya kepada ani sahabatku”ani kenapa cewek-cewek
disekolah ini kalau liatin aku kayak kucing liat mangsanya?” tanyaku penasaran
sembari sedikit berbisik.
“mereka Iri kali.” Jawab ani santai sembari menyiapkan buku
diatas meja. “iri kenapa?” tanyaku penasaran ingin tahu.
Tapi sebelum ani menjawab pertanyaanku pak agus guru IPA
masuk kekelas.
“selamat pagi, anak-anak” sapa pak agus ramah
“pagi, pak” jwab semua siswa dikelasku serentak.
***
Pelajaranpun berlalu begitu cepat dan waktu istrahatpun
berbunyi.” Yuuk kita kekantin” ajak ani.
akupun segera menahan tangan ani “tunggu, an. Loe tadi belum
jawab pertanyaan gue”.
“duh, tar. Gue laper entar sampe dikantin gue critain.”.
“ok, yuk.” Aku pun menurut ikut kekantin. Setiba dikantin aku
dan ani memesan bakso dan setela kami mendapatkan bakso kemudian aku dan ani duduk
dibagian pojok kantin. “loe harus jawab pertanyaan gue yang sempat tertunda
tadi?”
“pertanyaan yang mana?” tanya ani sembari melahap bakso tenes
dihadapannya.
“aku tadi tanya kenapa temen-temen ekspresinya pada lain sama
gue”.
“karena mereka mungkin heran karena loe dapat dibonceng sama
satria siswa baru dan cool disekolah
kita”.
“ahh.. menurutku satria orangnya biasa aja. Ngak sebanding
dengan randy diakan udah ganteng plus ortunya tajir pula.”
“iya, tapi randy sudah menjadi milik gue dan coba loe
perhatiin baik-baik wajah satria dia itu begitu manis kalu lagi tersenyum”.
Aku mangut-mangut mengerti dan memang aku mengakui kalau
satria tersenyum memang sangat manis.
Tiba-tiba datang
satria “gue boleh gabung ama kalian nggak?” satria meminta izin pada aku dan
ani.
“ya, boleh duduk aja”. Kataku sembari menyedot just alpukat
dihadapanku.
“mana randy, sat?” tanya ani.
“oh, ia. Randy tadi diruang olaraga, katanya kamu harus bawakan
dia minuman dingin dan katanya juga kamu harus cepat kesana”
“ow, kalau gitu gue tinggalin kalian berdua ya. Gue mau
beliin randy ES teh, nnti kita ketemu di kelas aja ya, tar”. Ujar ani sembari
menyedot sisa pop icenya dan berlalu pergi tanpa sempat aku menjegatnya pergi.
Suasana di tempat duduk itu begitu hening tak ada kata-kata yang terucap satu
pun dariku ataupun satria, suasana yang
begitu dingin ini membuatku jadi smakin mati gaya dihadapan cowok keren ini. Sambil
menikmati bakso , aku sesekali memperhatikan cara makan stria yang begitu sama
persis seperti kak danu kekasih yang sangat aku sayangi yang tak suka makan
bakso pake mie hanya pentolannya saja dimakan dan lagi-lagi aku berpikirn
satria itu adalah danu, tanpa sadar aku senyum-senyum melihat satria melahap
makananya dengan sangat nikmatnya.
“kenapa kamu senyum-senyum sendiri, apa ada yang lucu sama
diri aku”. Tanya satria yang tiba-tiba membuatku tersadar akan dirinya bukan
kak danu tapi satria. “maaf” ujarku spontan karena begitu salah tingkah dan
malu akupun berlari meninggalkan satria begitu saja.
Setelah aku merasa begitu jauh sama satria akupun seakan bisa
bernafas lega, akupun menuju kekelasku untuk menunggu pelajaran terakhir
dimulai.
***
Malamnya seperti biasanya sebelum tidur aku merebahkan tubuku
dikasur sendirian dikamar sambil memandangi kak banu. Begitu indah terasa saat
pertama dahu mencium keningnku. Serasa bagaikan waktu berhenti sejenak dan aku
bisa merasakan kehangat yang diberikannya padaku.“ya tuhan kenapa begitu cepat
kau memanggil danu, aku tak bisa melupakannya begitu saja, kenangan indah
bersamanya begitu melekat diingatanku.” Tiba-tiba air mataku mengalir begitu
deras.
Keesokan harinya karena tadi malam aku meningis paginya
mataku agak bengkak, sehinnga hari ini aku tak bisa kesekolah dan sorenya
Tiba-tiba ani datang menjengukku dan mengetuk pintu kamarku”siapa?” tanyaku
penasaran
“aku ani, Tar. Boleh aku masuk?” tanya ani meminta izin.
“ya, masuk aja. Ngak dikunci” ani melangkah menghampiriku berada.
“kenpa dengan mata loe?” tanya ani terkejut setelah melihatku
yang kelihatan angak bengkak “ngak, kenapa-kenapa. Tadi malam mata gue digigit
senyum” kataku berbohong.
“udah de tari. kamu ngak perlu bohon. Gue tahu loe pasti
nagisin kak danu lagi kan?.” Tanya ani meyakinkan ucapannya. Aku hanya bisa
diam menunduk, sesaat air mata ku jatuh tak tertahan mengigat kembali jasat kak
danu. Ani pun segera memelukku, untuk menenangkanku.”apa yang harus gue lakuin,
ani? Apa..?!”
“kalau gue diposisi loe, mungkin gue juga akan melakukan hal
yang sama kayak loe. Tapi, Loe harus ingat, pasti disana kak danu lagi sedih
juga melihat loe yang tangisin kepergiannya kayak gini. Jadi loe harus tetap
semangat dan jangan putus asa, untuk menghadapi semua ini.” Kata ani menghiburku
“gimna aku bisa tergar dan segera melupakannya.”
“mungkin kalau untuk melupakan org yang kita sayangi memang
sulit, tapi aku saranin kamu untuk melupakannya, dan kamu harus membuka hati
sama orang lain. Contohnya kamu membuka hati sama satria, dan kata randy dia
naksir kamu loh”. Ujar ani sembari melepaskan pelukannya.
“tapi aku nggak yakin aku bisa dan satria yang malah bikin
aku ingat lagi sama danu, setiap cara makan dan parfum yang dipakainya sama
persis sperti kak danu.”
“meskipun sama tapikan orangnya berbeda dia satria dan kak
danu sudah meninggal, dan mungkin karena sampai sekarang kamu blum mengiklaskan
kepergian kak danu, makanya kamu selalu terbayang dan berfikiran bahwa satria
itu danu.” Aku hanya diam saja, dan mempertimbangkan saran ani. Mungkin betul
juga kata ani.
“tari, besok gue mau jalan-jalan sama randy dan satria, loe
mau ikut nggak?” aku terdiam sejenak dan mempetimbangkan tawaran ani. Cukup
lama juga aku terdiam.
“baiklah, gue ikut siapa tahu pikiran gue jadi jernih, setelah habis jalan-jalan”.
***
Keesokan harinya ani, dengan waktu yang sudah di tetapkan
ani, randy dan satria menjemputku dan seperti biasa aku dibonceng sama satria.
Dan beberapa menit kemudian kami pun
sudah berada didepan pantai panjang yang cukup tekenal dengan
pemandangannya yang indah, cocok buat dua sejoli yang lagi kasmaran. “satria,
tari. gue dan ani ke bagian sana ya, tapi kalian jangan ikut ya. Soalnya aku
mau berduaan aja sama yayang gue,ok.” Ujar randy setelah turun dari motornya
dan berlalu meninggalkan aku bersama satria. Aku binggung harus apa disini
sejenak kami terdiam bersama, dan aku berfikir ani dan randy jug akan main
bersama tap nya tanya mala aku ditinggal bersama satria, dan aku berfikir
seakan-akan randy sengaja meninggalkan aku bersama satria.” Tari?” tegur satria
“ya”
“kita kesana aja yuk” ajak satria
“ok”
Aku dan satria pergi kesebuah toko eskrim. Yang ada didaerah
itu
“ada yang rasa vanilla bang?” tanya satria dan aku hampir
bersamaan.
“wah, sepasang kekasih yang kompak, ya. Sebentar aku ambilkan
ya” Ujar pemilik toko itu. Aku dan satria saling pandang karena dibilang
sepasang kekasih kemudian kami pun kembali mengarahkan pandangan pada pemilik
toko yang datang membawa es krim rasa vanilla. “ini buat mbak yang cantik, dan
yang ini buat mas, yang ganteng” ujar pemilik toko menyerahkan eskrim itu pad
kami berdua, terimakasih pak.
Kami pun pun pergi menyusuri setiap tepi pantai sambil
menikmati eskrim dan tersenyum menatap luasnya laut yang terbentang luas, tiba-tiba
satria menghentikan langkahnya.“tari tungguh sebentar?”
“kenapa,sat?” tanyaku heran dan mengarahkan pandanganku pada
satria. “sebentar,tar.” Kemudian satrian membersihkan eskrim yang ada dipinggir
bibirku dengan lembut “nih ada sisa eskrim diwajahmu.” Ujar satria tersenyum sembari
menunjukan padaku. Aku hanya diam tersipu malu dihadapn cowok tampan itu. Aku
begitu merasa satria orang yang baik dan perhatian, apa salahnya membuka hatiku
pada nya. “satria?”
“ya”
“ada eskrim juga dibagian mukamu”.
“dimana, tari. disini? Atau disni ?” tanya satria sembari
memegang bagian wajahnya
“bukan disitu, sat. Tapi disni”. Ujarku membari mencolek
eskrimku dan menyekanya diwajah satria.
“hahahaha... satu koasng. Kejar aku kalau bisa” Tawaku
sembari berlari menjauh dari satria.
“awas ya. Kalau dapat.” Kata satria gemas dengan tingkahku.
Hari itu begitu menyenangkan buatku dan satria bisa ketawa
dan bercanda bersama layaknya seorang kekasih. Disaat itu pula satria
mengungkapkan isi hatinya pada ku.” Tari, aku mungkin tidak bisa mencintaimu
seperti dandu yang selalu romantis, tapi aku akan berusaha menyintaimu dengan
caraku sendri dan setulus jiwa dan ragaku, tari. maukah kau jadipacarku”.
“aku bersedia jadi pacarmu, sat.” Maaf selama ini aku
menganggapmu danu
***
Malam ini aku berniat, semua benda dan kenangan bersama danu
akan kubakar meskipun berat rasanya tapi mungkin dengan cara ini agar aku bisa
mengiklaskannya. Setelah kukumpulkan semua benda kenangan bersama danu akupun
keluar rumah dan meletakan semua benda kenangan itu ketanah kemudian aku
membakarnya satu persatu.
“maafkan aku danu ,
mungkin dengan cara ini aku bisa melupakan dan mengiklaskan kepergianmu,
selamat tinggal cinta pertamaku semoga kau bahagia dialam sana, semoga kengan
ini lenyap bagaikan debu yang disapu angin” ucapku dalam
hati.
...SELESAI...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar