Assalamualaikum... dan slamat sore, Hy... Ophie balik lagi ini kali ini Ophie mempostingkan cerpen terbaruku, OK Langsung saja yuk...
13/01/2015
Sunyi sepi aku sendiri dikamar
ini menunggu dia yang tak ada kabarnya dari pagi, perdebatan kami tadi subuh
yang memicu akan terjadinya konfik
diantara kami berdua. Aku melirik Jam diponselku yang terletak tak jauh
dari tempat tidurku, jam sudah menunjukan 08.00 PM, “ kenapa hpnya ndak
aktif-aktifnya?” ujarku resa, bagaimana ndak cemas sudah sedari siang aku
mengesmsnya namun tak ada satu pun balasan sms darinya..
aku pun menarik nafas panjang
terasa begitu sesak didada, tak lama air mataku pun menetes dari sudut mataku..
mengingat bagaimana awal perdebatan kami terjadi subuh tadi, “ semua ini
gara-gara kamu, amir”. Ujarku kesal setengah mati.
Amir adalah saudara satu
kampungku gara-gara dia aku jadi berselisi padaham dengannya sincan yang telah
menjadi kekasihku beberapa bulan terakhir ini, dia menulis pesan di inbox dant
memanggilku “pagi sayang”, sementara disitu aku bersamanya dan tak sengaja
melihat pesan inbox yang dikirimkannya melalui account facebookku.
Aku sudah menjelaskan mengenai
pesan ini tp dari ekpresinya menunjukkan kalau dia sedang marah, meskipun
berkali-kali bertanya apakah dia marah? Jawabanya hanya “tidak, untuk apa marah
sedangkan pesan itu ditujuhkan untukmu dan kamu menyikapinya dengan santai, knp
aku harus marah” ujarnya subuh tadi.
Aaaaaaaaaaaaaghh...!! Pusing “
teriakku kesal ingin rasanya ku mencekik lehernya itu amir. Saking kesalnya
akupun memblokirnya dari pertemananku di facebook, biar taw rasa.. aku pun
mencoba mengalihkan pikiranku agar tak terlalu mengingatnya dengan cara membaca
sebuah novel yang berjudul “CINTA karya Bernard Batubara”. Namun tak mampan dia
terlalu memenuhi Otakku dengan fikiran tentangnya..
aaaaaahgh..!! Sincan yang
sedang mengetuk pintu kamarku, namun aku hanya diam dan tak membukakannya pintu
karena Suaranya terdengar samar-samar dari dalam kalau dia adalah pipo. dia Pasti terganggu atas sikapku yang
berteriak- teriak persis Orang gila.
Tak lama suara ketukannya pun
berhenti, suara langkah kakinya masih sempat ku dengar semakin menjauh dari pintu kamarku, aku rasa
dia juga sudah merasa capek, mengetuk pintu kamarku namun tak ku gubris Sedari tadi.
Kemudian fikiranku mulai terarah
kembali kepada sosok lelaki yang ku sayangi (Sincan). Tak berapa lama suara
bunyi biib, dari Hp ku mengalihkan fikiranku,
aku meraih hp yang tak jauh dari tempatku berbaring, dengan suara hati
yang berdebar-debar berharap sms itu darinya, namun ternyata aku salah sms itu
dari nona tetangga sebelah kamarku menyuruhku untuk membukakannya pintu. Dengan
berat hati aku bangkit dari tempat tidurku dan membukakannya pintu..
Alamaaak...!! ucap ku spontan dan terkejut. Bagaimana tidak
orang yang ku tunggu-tunggu sedari tadi ternyata ada di depanku, betapa
senangnya hatiku mendapatkan kejutan itu
darinya..
“kenapa kamu nov? kaget gitu
melihatku?” tanya sincan heran dengan tingkahku. “agh.. ee.. tdk knp-knp” jawabku
gagaap “ atau kamu ngak suka aku datang, kalau gitu aku pulang aja deh.” Ujarnya
menggodaku.
Dengan spontan aku langsung
menahan tangannya dan memeluknya mencegahnya untuk pergi “ kau tidak boleh pergi, aku sangat senang kamu
datang makanya aku sampai tak percaya” kataku
“aku sangat sayang padamu, aku
takut kamu marah dan membenciku”. sincan perlahan melepas pelukanku dan
membalikan badannya sehingganya kami saling berhadapan begitu dekatnya membuat
jantung ini dag dig dug dag...
“aku tak mungkin membencimu hanya
karena masalah sekecil itu” ujarnya sambil menatap mataku dalam-dalm dan
prlahan tangannya menggenggam tanganku dan kemudian mencium keningku seperti
biasanya. Betapa Bahagianya kurasakan, rasanya Dunia ini hanya Milik Kita
berdua.. J
***TAMAT***

Tidak ada komentar:
Posting Komentar