Rabu, 14 Januari 2015

Cerpen Baru: Gara-Gara Pesanmu



Assalamualaikum... dan slamat sore, Hy... Ophie balik lagi ini kali ini Ophie mempostingkan cerpen terbaruku,  OK Langsung saja yuk...

 13/01/2015


Sunyi sepi aku sendiri dikamar ini menunggu dia yang tak ada kabarnya dari pagi, perdebatan kami tadi subuh yang memicu akan terjadinya konfik  diantara kami berdua. Aku melirik Jam diponselku yang terletak tak jauh dari tempat tidurku, jam sudah menunjukan 08.00 PM, “ kenapa hpnya ndak aktif-aktifnya?” ujarku resa, bagaimana ndak cemas sudah sedari siang aku mengesmsnya namun tak ada satu pun balasan sms darinya..

aku pun menarik nafas panjang terasa begitu sesak didada, tak lama air mataku pun menetes dari sudut mataku.. mengingat bagaimana awal perdebatan kami terjadi subuh tadi, “ semua ini gara-gara kamu, amir”. Ujarku kesal setengah mati.

Amir adalah saudara satu kampungku gara-gara dia aku jadi berselisi padaham dengannya sincan yang telah menjadi kekasihku beberapa bulan terakhir ini, dia menulis pesan di inbox dant memanggilku “pagi sayang”, sementara disitu aku bersamanya dan tak sengaja melihat pesan inbox yang dikirimkannya melalui account facebookku.

Aku sudah menjelaskan mengenai pesan ini tp dari ekpresinya menunjukkan kalau dia sedang marah, meskipun berkali-kali bertanya apakah dia marah? Jawabanya hanya “tidak, untuk apa marah sedangkan pesan itu ditujuhkan untukmu dan kamu menyikapinya dengan santai, knp aku harus marah” ujarnya subuh tadi.

Aaaaaaaaaaaaaghh...!! Pusing “ teriakku kesal ingin rasanya ku mencekik lehernya itu amir. Saking kesalnya akupun memblokirnya dari pertemananku di facebook, biar taw rasa.. aku pun mencoba mengalihkan pikiranku agar tak terlalu mengingatnya dengan cara membaca sebuah novel yang berjudul “CINTA karya Bernard Batubara”. Namun tak mampan dia terlalu memenuhi Otakku dengan fikiran tentangnya..

aaaaaahgh..!! Sincan yang sedang mengetuk pintu kamarku, namun aku hanya diam dan tak membukakannya pintu karena Suaranya terdengar samar-samar dari dalam kalau dia adalah pipo. dia Pasti terganggu atas sikapku yang berteriak- teriak persis Orang gila.

Tak lama suara ketukannya pun berhenti, suara langkah kakinya masih sempat ku dengar semakin menjauh dari pintu kamarku, aku rasa dia juga sudah merasa capek, mengetuk pintu kamarku namun tak ku gubris Sedari tadi.
Kemudian fikiranku mulai terarah kembali kepada sosok lelaki yang ku sayangi (Sincan). Tak berapa lama suara bunyi biib, dari Hp ku mengalihkan fikiranku,  aku meraih hp yang tak jauh dari tempatku berbaring, dengan suara hati yang berdebar-debar berharap sms itu darinya, namun ternyata aku salah sms itu dari nona tetangga sebelah kamarku menyuruhku untuk membukakannya pintu. Dengan berat hati aku bangkit dari tempat tidurku dan membukakannya pintu..

Alamaaak...!!  ucap ku spontan dan terkejut. Bagaimana tidak orang yang ku tunggu-tunggu sedari tadi ternyata ada di depanku, betapa senangnya hatiku mendapatkan kejutan  itu darinya..

“kenapa kamu nov? kaget gitu melihatku?” tanya sincan heran dengan tingkahku. “agh.. ee.. tdk knp-knp” jawabku gagaap “ atau kamu ngak suka aku datang, kalau gitu aku pulang aja deh.” Ujarnya  menggodaku.

Dengan spontan aku langsung menahan tangannya dan memeluknya mencegahnya untuk pergi “  kau tidak boleh pergi, aku sangat senang kamu datang makanya aku sampai tak percaya” kataku
“aku sangat sayang padamu, aku takut kamu marah dan membenciku”. sincan perlahan melepas pelukanku dan membalikan badannya sehingganya kami saling berhadapan begitu dekatnya membuat jantung ini dag dig dug dag...

“aku tak mungkin membencimu hanya karena masalah sekecil itu” ujarnya sambil menatap mataku dalam-dalm dan prlahan tangannya menggenggam tanganku dan kemudian mencium keningku seperti biasanya. Betapa Bahagianya kurasakan, rasanya Dunia ini hanya Milik Kita berdua.. J

***TAMAT***




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

© SAHABAT ILMU... | Blogger Template by Enny Law