Setelah Aku jadian
Bersamanya ada sesuatu yang mengganjal di hati. Aku merasa dia sedang
Menjauhiku, entahlah. Itu hanya perasaanku saja. Tapi aku sudah belajar dari
pengalamanku sebelumnya waktu aku di tinggalkan Ican. Sikapnya Sudah tak Se
mesra dan Romantis dulu waktu pertama Kita Baru Jadian. Tapi aku tak mau
berfikit macam-macam takutnya smua itu akan jadi kenyataan..
Malam Harinya..
Sekitaran jam 11.00 PM
Wita, ada yang mengetuk pintu rumahku, aku heran tak biasanya ada temanku atau
kerabat yang datang bertamu Selarut ini,
Ketika ku buka pintu tak ada
seorangpun namun yang terdapat hanya sebuah kotak berbungkuskan koran, saking
penasarannya aku pun mengambil kotak tersebut.
“Astagfirullah halazim..!!?”
Teriak Ku kaget dengan mata terbelalak melihat setumpukan Fotoku Yang
berlumuran dara. Saking takkutnya aku bergegas Masuk kedalam rumah, kemudian
kukunci rapat-rapat. Dengan perasaan yang masih diselimuti perasaan takut, aku
menelfon adikku yang memang tinggal bersamaku namun sementara ini, lagi
bermalam dirumah temannya.
“Hallo Non.” Ucapku dengan nada suara masih
bergetar.. “Hallo Kak.. ada apa selarut ini menelfon?” ucap nona dari balik telfon.. “Besok kamu
pulang aja ya, kaka takut sendirian”. “kalau takut, kaka telfon saja pacar kaka si
chaco itu” ucap adikku. “ Gila, kamu Non, apa kata Orang nantinya, kalau aku
tinggal bersama Cowok Berdua saja dirumah”. Ucapku panjang lebar “Iya juga sih,
kak, Ok kalau gitu besok aku pulang, sudah dulu ya kak, aku mau lanjutin
belajarnya” ucapnya untuk memutuskan percakapan kami “ Ok, assalamualaikum”.
“waalaikumsalam” ucapku sambil menekan tombol bertandan telfon Warna Merah.
Malam Minggu.. 20:00 PM
Entah angin apa
tiba-tiba malam itu dia datang kerumah tanpa memberi tahuku tak biasanya sebelum
datang ke rumah dia pasti memberitahuku.
“Assalamualaikum” ucap
sang tamu. Aku bertanya, siapa kah gerangan yang datang. Ternyata sang pujaan
hatiku “Chaco”. Ia pacar yang baru ku
pacari selama tiga minggu ini. Betapa bahagianya hati ini melihanya..
“waalaikumsalam” jawabku
sambil menyuruhnya masuk, kemudian aku mempersilahkan mereka masuk. Ia pun
menurut dan duduk di sofa. “tunggu, cho. Aku ambilin minum dulu”.
“ndak usah repot-repot che,
sebenarnya kedatanganku kesini ada sesuatu yang penting yang ingin ku bicarakan
denganmu”. Ucapnya dengan raut wajah yang sedih. Aku makin bertanya-tanya
sekaligus penasaran apa sebenarnya yang sedang difikirkannya saat ini, apa yang
ingin dikatakannya. Aku mendekatinya kemudian mencoba mengangkat wajahnya
kemudian menatap matanya dengan dalam
“ Sebenarnya apa yang
ingin kamu katakan, Jujur saja Aku ngak Suka Digantungin kayak gini kalau
ngobrol” ucapku Penasaran sambil menyelidiki, perasaanku makin tak tenang.. terpintas
Kata PUTUS diotakku.
“Sebenarnya saya sangat
menyayangimu Kalau Boleh memilih saya akan memilih dirimu. Meskipun hubungan
kita baru seumuran jagung. Tapi Hubungan ini harus di akhir sebelum perasaanmu
smakin dalam kepadaku, aku takut kamu akan lebih terluka karenaku,” katanya
sambil menundukkan kepalanya. “Maafkan
aku, eh tidak.. kata maaf tak Tepat untuk situasi ini, karena perasaan ndak ada
yang tahu kita akan jatuh cinta sama siapa kan..?? Semula tak ada niatku
seidikit pun untuk menyakitimu
“sebenarnya aku masih
berhubungan dengan istriku dan aku juga mempunyai anak, seandainya aku tak
mempunyai si kecil itu. Mungkin aku akan mempertahankanmu. Dan istriku tahu
tentang hubungan kita, aku takut kamu akan di teror dan di permalukan seperti
Mantan-mantanku dulu.” Ucapnya lemas sambil berkeringat dingin.
mataku mulai berkaca
Setelah Mendengarkan kata dari Mulutnya, aku menarik nafas panjang kemudian aku
hembuskan perlahan-lahan lalu aku mulai angkat bicara “Kalau memang Ini jalan
Terbaik, Buat Kita.. Aku iklas seiklas-iklasnya Melepaskanmu, aku sadar
posisiku sekarang, dan anakmu masih kecil dia tak bersalah, dia tak tahu
tentang masalah ini”. matakku mulai mengeluarkan Butiran-butiran air mata.
“tidak ada yang salah
che, kau jangan menyalahkan diri begitu, hanya keadaan lah yang mengharus kan
kita untuk berpisah”. Ucapanya kemudian Mengapus air mata dipipiku, setelah itu
dia pergi dan meninggalkan ku..
For U:
“Setelah sekian waktu kini ku sadar, bahwa aku
tak mungkin bisa memaksakan rasa cintamu untukku. Aku yakin jika kita memang
jodoh pasti kita bersatu kembali..”
For
Rangga
Kutipanku:
“KU
sadar bahwa sanya ada sesuatu yang tak mungkin kita paksakan didunia ini
begitupun dengan Cinta. Ada saat dimana kita harus merelakan mereka dengan
orang lain, mungkin Tuhan Telah menyiapkan Orang yang Lebih baik darinya”
#OPTIMIS
==============================================
Ciptaan:
Novi Mustika/ WaOphie
Judul:
Kehadiranmu Part II

Tidak ada komentar:
Posting Komentar