“kamu adalah cinta pertamaku,
tidak pernah kukira kamu akan hilang dari sisiku.”
“pagi sher.”
“selamat ya..”
“selamat untuk apa nih?” tanyaku
ngak ngerti
“begini lo, denger-denger cerpen
terbaru kamu udah diterbitkan”
“i.. iya begitulah” jawabku agak
sedikit malu..
“ah! Itu dia orangnya” teriak
seoarang teman dikelasku yang sedang menatap diluar jendela. Kami berduapun
langsung mengarahkan pandangan kami kesumber suara itu.
“apa? Murid pindahan ya?” tanyaku
pada sherli
“iya, kayaknya sih gitu...”
Sherli berdiri dari tempat
duduknya dan langsung bergabung dengan teman-teman yang sedang memandangi siswa
pindahan itu dari jendela.
“eh! Curang aku juga mau liat!”
aku pun mengikut dibelakang sherli untuk melihat siswa pidahan yang katanya
ganteng mirip randy pangalila artis idola para remaja saat ini. Aku begitu
syock ketika aku melihat siswa pindahan itu adalah RIAN cinta pertamaku yang
ingin sekali kulupakan malah muncul dihadapanku.
Treeng... treeeeng....” (bunyi
bell tanda pelajaran dimulai) semua murid kembali ketempat duduknya
masing-masing.
“selamat pagi anak-anak..” salam
pak guntur ketika masuk dikelas bersama Rian
“pagi pak...” jawab kami hampir
berbarengan
“ok, anak-anak kali ini kita
dapat teman baru namanya Rian Riansya Saputra, dia pindahan dari sma satu
bandung.”
“nah! Nak, rian tempat duduk mu
dibelakang Chintami”.
“eh! Kenapa?! Dia harus duduk
dibelakangku, ja..jahat pak guru tega banget.” Hardikku dalam hati sambil
menutupi mukaku berharap rian tidak melihatku namun sayangnya sebelum aku
menutup wajahku dia sudah menatapku dengan pandangan yang amat tajam.
“nah! Silakan duduk nak rian”
kata pak guru mempersilahkan rian untuk duduk. Waktu berlalu begitu cepat tak
terasa bel tanda istrahatpun tiba. Tadi Sebelum pak guntur keluar dari ruangan
telah berpesan kalau aku haru mengajak rian keliling sekolah. Sebenarnya aku
ngak maw tapi apa boleh buat yang minta ini kan pak guntur guru paling killer
menurutku.
“aduh!! Apa yang harus aku
lakukan.” Aku menunduk sambil memikirkan apa kata yang tepat buat mengawali
pembicaraanku dengan rian. “oke, rian adalah masa laluku jadi aku harus
bersikap biasa-biasa saja” aku menyemangati diri sendiri. Aku membalikan
badanku kehadapannya mencoba untuk bersikap biasa meski agak begitu janggung
sebenarnya. “hmmm.. anu?! Rian.” Kataku
agak sedikit keras. Aku mencoba Tersenyum “ lama tak bertemu, aku kaget kamu
pindah lagi kesini” sok biasa
“yuk, aku tunjukan ruangan yang
ada disekolah ini”
“eh, santi”.
“kenapa Rian.”
“ kamu sibuk ngak? Antar aku liat
isi sekolah dong.”
“hah? Oke, nggak masalah”.
Rian berdiri dari tempat duduknya
kemudian langsung menggandeng santi dan berjalan menuju pintu keluar.
“eh! Tung.. tunggu..” aku mencoba
mencegat mereka. Rian membalikan badannya
“aku minta diajak sama dia,
chinta”.
“hah!! Apa apaan dia itu..
padahal aku sudah mengumpulkan keberanianku untuk menyapanya. Tapi, tatapan dan
kata-katanya dingin. Aku bagaikan orang asing baginya. Padahal diakan cinta
pertamaku.
Sedih... semua diangkap tidak
pernah terjadi.”
“aahh..!! sebeeel... aku ngak
suka ada dia, tapi teringat kembali kenangan dulu”. Chinta kembali teringat
kenganan bersama dengan rian waktu smp dulu...
[continuee...]
Memang sungguh sulit untuk kita
melupakan orang yang kita sayang apalagi dia cinta pertama kita...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar